Pengumpulan Data Artefak Dan Budaya Kuliner Dengan Metode Partisipatoris Desain

Fiona Yasmine, Arianti Ayu Puspita, Andar Bagus Sriwarno, Meirina Triharini, Prananda Luffiansyah Malasan, R. Raditya Ardianto Taepoer

Abstract


Indonesia memiliki beragam budaya yang turun temurun, salah satunya yaitu budaya kuliner lokal yang ada di masyarakat, budaya kuliner dapat memberikan identitas dan memiliki sejarah panjang yang penting untuk dipertahankan baik berupa sejarah perjalanan kuliner maupun artefak yang digunakannya. Proses pengumpulan informasi terkait budaya kuliner perlu melibatkan masyarakat yang memiliki ikatan langsung dengan budaya kulinernya guna mendapatkan sudut pandang yang holistik, metode pengumpulan data yang akan digunakan yaitu metode partisipatoris desain yang menagcu pada metode MUST dan etnografi desain. Pihak yang terlibat dalam penelitian ini yaitu pelaku bisnis kuliner Warung Kopi Mang Ikin di daerah Bandung dengan kopi racik khasnya yang telah ada sejak tahun 1945. Mengetahui dan mengembangkan metode pengumpulan data artefak secara partisipatoris untuk preservasi budaya kuliner lokal yang ditujukan untuk museum digital merupakan tujuan dari penelitian ini, dengan luara penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah metode baru dalam pendataan artefak budaya lokal yang lebih efektif.

Keywords


Artefak kuliner, budaya kuliner, partisipatoris desain, pengumpulan data

Full Text:

PDF

References


Cozza, M., Cusinato, A., & Mihalopoulos, A. P. (2019). Atmosphere in Participatory Design. Science as Culture, 1-6

Creswell, J. W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, Third Edition. SAGE Publications, Inc. London

Dalsgaard, P. (2012). Participatory Design in Large-Scale Public Projects: Challenges and Opportunities. Design Issues. 28, 34-47

Friedman, K. (2007). Behavioral Artifacts: What is an Artifact? Or Who Does It?. Journal Artifact, Vol. 1, Issue. 1

Kolb, D. (2017). What Is the Importance of Cultural Artifacts? https://www.enotes.com/homework-help/explain-what-meant-by-cultural-artifact-can-you-443298 [26 April 2021]

Meehan, N. (2020). Digital Museum Objects and Memory: Postdigital Materiality, Aura and Value. Journal: The Museum

Pagel, J. & Donahue, K. (2014). Museums in the Digital Age, Museums and the Development of Active Citizenship. Network of European Museum Organisations. Romania

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan RI http://www2.pdsp.kemdikbud.go.id/ [20 Maret 2021]

Puscas, C. (2020). Great Reasons Why Food Is the Best Way to Get to Know a Culture. Diakses melalui https://www.bookculinaryvacations.com/news/reasons-food-learn-culture [3 Desember 2020]

Sandgruber, R., Bichler-Ripfel, H., & Walcher, M. (2019). Traditional Craftsmanship as Intangible Cultural Heritage and an Economic Factor in Austria. The Austrian Federal Chancellery. Vienna

Simonsen, J. & Robertson, T. (2013). Routledge International Handbook of Participatory Design. Typeset in Bembo. USA




DOI: https://doi.org/10.36262/widyakala.v9i1.474

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.


Redaksi Jurnal Widyakala
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M)
Universitas Pembangunan Jaya
Jalan Cendrawasih Raya Blok B7/P, Sawah Baru, Ciputat, 15413
Telp : 021-7455555 ext 1311
widyakala.journal@upj.ac.id